Friday, October 02, 2015

Siapakah Manusia?

Salah satu tema yang pokok dalam filsafat adalah kajian tentang manusia, siapa itu manusia? Jawaban umum yang dapat kita berikan adalah dengan membandingkan manusia dengan makhluk-makhluk lain. Apa yang khas dari manusia, dibandingkan dengan tumbuhan dan hewan? Tumbuhan memiliki kemampuan vegetatif, yaitu kemampuan untuk tumbuh dan berkembang. Ini ciri dasar yang membedakan mahkluk hidup dengan benda mati. Hewan dan manusia juga memiliki kemampuan  ini. Sedangkan, hewan memiliki kemampuan instingtif, sesuatu yang tidak dimiliki oleh tumbuhan, namun ada pada manusia. Kemampuan instingtif ini adalah kemampuan merespon stimulus alam secara langsung dengan tindakan. Namun, kemampuan yang hanya dimiliki manusia adalah kemampuan untuk berpikir. Berpikir adalah kemampuan yang khas pada manusia, tidak dimiliki oleh hewan, tumbuhan, maupun benda mati. Berpikir dapat dilakukan manusia karena dia mempunyai akalbudi, dalam istilah lain disebut rasio.

Potensi akalbudi manusia setidaknya terdiri dari atas tiga, yaitu: intelegensi, afeksi, dan kehendak. Intelegensi adalah kemampuan untuk mengenal, mengetahui. Intelegensi menangkap pengertian akan realitas, melalui suatu proses reflektif dalam pikiran. Dalam proses reflektif itu, manusia mendapat gambaran, cerminan, tentang realitas. Afeksi adalah kemampuan akalbudi untuk terhubung dengan eksternalitasnya, terutama hubungan dengan orang lain. Kedekatan atau keeratan hubungan ditentukan oleh rasa nyaman atau tidaknya hubungan yang terjalin. Semakin nyaman, maka jalinan semakin dekat dan erat, sebaliknya, semakin tidak nyaman, semakin renggang dan menjauh. Terakhir adalah kehendak, kehendak adalah kecenderungan seseorang untuk membuat keputusan atau tindakan, ini merupakan suatu potensi untuk bertindak. Bertindak adalah upaya manusia untuk menciptakan bagi dirinya dunianya. Dengan kata lain, dunia ini ada dunia yang terberi, dan ada dunia yang dibentuk oleh manusia. Dunia yang terberi tidak selalu sudah dapat memenuhi kebutuhan manusia, oleh karena itu dia perlu membentuk dunia untuk kehidupannya yang lebih baik. Ini dimungkinkan karena manusia memiliki kehendak.

No comments: