Friday, October 16, 2015

Image

Henri Bergson, seorang filsuf Perancis awal abad-20, sangat termasyhur pada masanya, mencoba keluar dari dua kutub ekstrim idealisme dan realisme dengan mengemukakan konsep tentang "image". Idealisme dikririk oleh Bergson karena men-fixed-kan representasi subjektif, sementara realisme menganggap ada sesuatu pada sesuatu, eksternal, terputus dari hubungan dengan kesadaran manusia. Image bagi Bergson adalah realitas tersendiri, namun tidak berdiri sendiri. Image menghubungkan antara kesadaran dan benda (materi). Kita tidak dapat mengetahui sesuatu selain daripada sebagai image. Image merupakan persentuhan antara kesadaran dan benda. Image merupakan percampuran dari memori dan persepsi, dimana memori adalah image dari masa lalu, dan persepsi adalah image dari masa kini. Saat kita mempersepsi kita memanggil ulang ingatan (image) dari masa lalu, memori, dan itu menjadikan kita dapat mencerap, mempersepsi, image masa kini. Dengan kata lain, persepsi, image masa kini, hanya mungkin karena memori, image masa lalu, namun persepsi tidak sama dengan memori karena selalu ada kebaruan yang ditambahkan pada masa kini atas masa lalu. Dalam hal ini, persepsi terlihat khas bagi Bergson. Konsepsi dasar tentang persepsi yang kita ketahui sebagai cerapan inderawi, dimana indera kita menangkap fenomena objek dan dirasakan dalam suatu sensasi, namun bagi Bergson persepsi ini tidaklah materialitas inderawi, melainkan image. Indera kita mempersepsi tidak lepas dari memori, sehingga persepsi selalu adalah image, dimana memori adalah image dari masa lalu, dan persepsi sendiri adalah image dari masa kini, yaitu seketika, sesaat kita berada. Jadi, image adalah percampuran masa lalu dan masa kini, intermediasi kesadaran dan materi yang selalu bergerak dalam perubahan, tidak terpusat, selalu baru karena mengandung unsur yang khas dari masa kini.     

No comments: