Tuesday, August 12, 2014

Apa itu Filsafat?

Filsafat berasal dari kata philo (cinta) dan sophia (kebijaksanaan). Namun, tidak sesederhana itu untuk mendefinisikan filsafat sebagai mencintai kebijaksanaan. Phytagoras pernah ditanya, apakah dia bijak (sophos)? Dia menjawab, saya bukan bijak melainkan philosophos (pecinta kebijaksanaan). Filsafat bukanlah kebijaksanaan itu sendiri melainkan suatu cara mengapresiasi kebijaksanaan. Ada jarak yang diambil oleh filsafat terhadap kebijaksanaan. Namun begitu, filsafat selalu menghasrati kebijaksanaan. Seorang filsuf bukanlah orang yang tahu segalanya melainkan orang yang selalu mempertanyakan kembali apa yang telah diketahuinya. Filsafat tidak pernah mengklaim suatu jawaban final dan total, meski hasratnya adalah demikian. Filsafat merupakan suatu proses yang terus menerus, selalu mencari dan menguji setiap pengetahuan yang telah di dapat. Proses filsafat diawali dari ketakjuban akan realitas, yang kemudian memunculkan keraguan atas apa yang kita ketahui selama ini tentang realitas. Keraguan itu membuat kita bertanya dan kembali mempertanyakan setiap jawaban yang muncul. Pengetahuan terus diuji, menggali terus ke makna terdalam. Filsafat seperti membuka lapisan demi lapisan selubung yang tidak tahu kapan sampai pada lapisan terakhir. Filsafat mencoba mengeksplisitkan realitas, mengangkat sesuatu yang tidak disadari ke aras kesadaran. Realitas yang kabur diterangi sehingga lebih jelas. Namun, upaya tersebut tetap tak mampu mengiringi realitas yang begitu luas, sehingga filsafat tak pernah usai dalam usahanya menggapai ujung realitas.